Jumat, 01 Mei 2009
Dunlop Veuro VE 302
Sabtu, 28 Maret 2009
Nitrogen Bagi Mobil Anda
Sabtu, 21 Maret 2009
Pemanasan Ban
Di saat memakai ban baru sama saja seperti seorang manusia yang akan melakukan olahraga yang memerlukan pemanasan. Dan pada saat melakukan pemanasan ban baru ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu:
- Saat menggunakan ban baru sampai dengan jarak 20 Km kecepatan tidak boleh lebih dari 60 Km/jam.
- Perhatikan juga beban muatan kendaraan anda.
Minggu, 08 Maret 2009
Ban Tubeless
Ban Tubeless adalah ban yang dirancang tanpa menggunakan ban dalam
Mengapa Ban Tubeless tidak membutuhkan ban dalam?
Ban yang memakai ban dalam cepat panas karena pada saat kendaraan dijalankan dan ban berputar, ban luar akan mengalami gesekan dengan ban dalam sehingga ban menjadi cepat panas. Dan pada saat ban yang memakai ban dalam tertusuk paku, angin akan keluar melalui ban dalam yang sobek dan lubang pentil yang tidak terikat dengan velg, sehingga angin keluar dengan sangat cepat. Hal ini sangat berbahaya apalagi pada kecepatan tinggi.
Ban tubeless jauh lebih aman karena ban tidak cepat panas karena tidak ada gesekan dengan ban dalam. Pada ban tubeless pentil langsung diikat dengan velg, jadi tidak akan ada angin yang keluar melalui lubang pentil. Apabila tertusuk paku, ban tidak langsung kempes, karena angin hanya akan keluar melalui lubang paku saja.
Merawat ban tubeless
Ban yang rusak harus segera diganti untuk keselamatan. Namun kadangkala pemilik tidak menyadari bahwa ban di mobilnya dalam keadaan yang semestinya harus ganti dengan yang baru. Tanda-tanda apa saja yang perlu anda ketahui untuk ganti ban baru ?
Cek kedalaman alur di setiap telapak ban. Seandainya kedalaman alurnya kurang dari 1,6 milimeter dari permukaan atas baris TWI, itu tandanya ban kendaraan Anda sudah harus diganti.
Amati apakah permukaan ban dalam keadaan rata/licin sehingga kembangannya mulai tak tampak. Andaikata keausan ban kendaraan sudah tidak dapat ditolerir, Anda mesti menggantinya dengan ban baru.
Perhatikan dengan teliti bagian luar (pinggir) ban kendaraan Anda yang mengalami keretakan. Sebaiknya ban seperti itu cepat diganti untuk menghindari kemungkinan buruk yang kelak menimpa Anda.
Jumat, 20 Februari 2009
Kapankah Spooring Perlu Dilakukan ?
Kamis, 12 Februari 2009
Jenis Oli
Oli Mineral
Oli mineral berbahan bakar oli dasar (base oil) yang diambil dari minyak bumi yang telah diolah dan disempurnakan. Beberapa pakar mesin memberikan saran agar jika telah biasa menggunakan oli mineral selama bertahun-tahun maka jangan langsung menggantinya dengan oli sintetis dikarenakan oli sintetis umumnya mengikis deposit (sisa) yang ditinggalkan oli mineral sehingga deposit tadi terangkat dari tempatnya dan mengalir ke celah-celah mesin sehingga mengganggu pemakaian mesin.
Oli Sintetis
Oli Sintetis biasanya terdiri atas Polyalphaolifins yang datang dari bagian terbersih dari pemilahan dari oli mineral, yakni gas. Senyawa ini kemudian dicampur dengan oli mineral. Inilah mengapa oli sintetis bisa dicampur dengan oli mineral dan sebaliknya. Basis yang paling stabil adalah polyol-ester (bukan bahan baju polyester), yang paling sedikit bereaksi bila dicampur dengan bahan lain. Oli sintetis cenderung tidak mengandung bahan karbon reaktif, senyawa yang sangat tidak bagus untuk oli karena cenderung bergabung dengan oksigen sehingga menghasilkan acid (asam). Pada dasarnya, oli sintetis didesain untuk menghasilkan kinerja yang lebih efektif dibandingkan dengan oli mineral.
Sumber : Wikipedia
Rabu, 11 Februari 2009
Tekanan udara dalam ban
Pengukuran terhadap tekanan udara pada ban sebaiknya dilakukan pada keadaan dingin dan sudah beberapa jam tidak dijalankan. Apabila anda mengukur tekanan udara pada ban anda setelah kendaraan anda dijalankan maka pengukuran tekanan udara tidak akan lagi akurat. Bila tekanan udara terus berkurang berarti ada permasalahan pada ban atau velg anda, bila kejadian ini terus berlangsung anda sebaiknya anda dapat mengunjungi toko kami ‘uni Ban Pekanbaru’ yang berada di jalan Tuanku Tambusai no 38A Pekanbaru, Riau.